Showing posts with label kumpulan puisi Muhammad Latief. Show all posts
Showing posts with label kumpulan puisi Muhammad Latief. Show all posts

Curhat Dengan Puisi



Assalamu'alaikum Sobat-Sabit,:c:
     Berjumpa lagi bersama saya yang katanya punya Blog ini,bagaimana kabar Bapak,Ibu,kakak,adik,Kakek Nenek,Cucunya Nenek dan Semuanya aja deh,maaf klo ada yang tidak tercantum namanya dihalaman ini,lha klo saya tulis disini smuanya tentu gak akan muat dan pastinya jadi daftar absensi dong,he...
     Oke Sobat-Sabit yang Budiman,kali ini saya kedatangan ide dari mimpi saya semalam bagaimana klo seandainya membuat sebuah halaman untuk menampung karya-karya sobat-sabit semua khususnya Puisi
Kebetulan saya sangat suka puisi(sedikit pamer,sambil tutup muka) :e:
nah disana mungkin bisa menggambarkan suasana hati Sobat-sabit semua,terserah judulnya apa aja yang penting judulnya puisi bukan surat dari guru untuk orang tua trus di tulis disini.
     Tapi,ada tapinya deh penulis meminta sedikit komentar dulu layak atau tidak untuk membuat halaman puisi tersebut di satu halaman khusus di blog ini.
     Baiklah kiranya penulis cukupkan dulu sampai disini mudah-mudahan ide ini dapat menampung request yang sudah menumpuk di pesan hape dan juga menumpuk di hayalan juga :g:
oh iya satu lagi Orang barat juga boleh ikutan lho,klo tidak paham dengan tulisan ini silahkan pakai aplikasi Translate yang ada di dinding sebelah kanan blog ini,
komentar Sobat-Sabit Tentulah sangat berarti bagi kemajuan blog ini agar melesat ke dunia yang katanya serba Download ini,komentar di tunggu selambat-lambatnya Satu Tahun,jika tak ada yang berkomentar berarti saya anggap menyetujui dengan yang tertulis di atas,

Wassalamu'alaikum dan Salam Sejahtera Untuk kita Semua :c:




Puisi Galau 2013

Sobat Latief,Sorry kali ini saya membuat artikel untuk puisi Sehubungan dengan sudah agak jadul puisi-puisi yang ada di blog saya ini dengan tidak mengurangi rasa hormat bagi yang kurang suka dengan puisi-puisi saya selaku Admin Meminta maaf ya,oke dengan tidak berbelit-belit kaya g jelas gitu nih dia satu puisi karya saya,












Jika ada sebuah jawab tentang rasa,katakanlah...
jika ada perhentian pada sebuah pencarian tunjukkanlah
karena sayapku hanya ada pada jiwa-jiwa yang belum aku temui
sejati dalam keseimbangan seperti terang pada gelap
seperti malam pada pagi yang tak lelah lengkapi bumi
Kusandarkan pintaku diatas sajadah dimalam-malam dingin
kutenggelamkan doaku dengan tetesan air mata
agar bisa kudapatkan jiwa yang selalu mengingatNYA...

Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 2 , Finale yang Memuaskan Fans



Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 2 , Finale yang Memuaskan Fans
Pertempuran antara kekuatan baik dan jahat berkembang menjadi perang habis-habisan saat Harry Potter (Daniel Radcliffe) meneruskan usahanya untuk mencari Horcrux yang merupakan kunci untuk mengalahkan Voldemort (Ralph Fiennes). Bersama Ron (Rupert Grint) dan Hermione (Emma Watson), Harry menemukan legenda Deathly Hallows.

Bab terakhir serial Harry Potter, sekali lagi, menonjolkan efek yang kaya dan padat sehingga agak mengalahkan narasinya. Mereka yang belum membaca novelnya mungkin agak kebingungan mengikuti cerita film ini walaupun terlihat jelas bahwa film ini memang "diperuntukkan" bagi para fans fanatik Harry Potte yang pasti sudah hafal dengan segala lekuk liku cerita ini sejak kurang lebih 10 tahun yang lalu.

Cerita dimulai dengan berlanjutnya pencarian Horcrux yang tersisa oleh Harry, Ron, dan Hermione untuk bisa mengalahkan Voldermort. Adegan awal saat mereka berkelana di saat-saat genting melalui jurang terjal adalah momen emas di film ini. Makhluk-makhluk seperti goblin atau ular piton yang merayap mencari daging manusia tampil mengagumkan (walau mungkin juga menyeramkan bagi beberapa orang).

Mungkin kelemahan terbesar dalam Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 2 adalah interaksi antara karakter-karakter kunci terlalu sedikit diperlihatkan; film ini "hanya" mengandalkan ultimate duel antara Harry dan Voldermort. Ralph Fiennes sukses menghadirkan sosok villain yang berkarakter kuat, Voldermort yang menakutkan dengan wajah tak berhidung nan menjijikkan. Alan Rickman menggunakan waktunya di screen sebagai Profesor Snape dengan sangat baik dan memorable, sementara Maggie Smith tampil dalam form yang baik. Ada juga bumbu romansa, dengan ciuman antiklimaks antara Ron dan Hermione yang nampaknya sudah usai sebelum dimulai.

Banyak sekali ide yang berlompatan ke arah kita yang seringkali bercampur aduk dalam plot yang ramai yang sedikit mengabaikan sentuhan emosional. Bagaimanapun, para penggemar fanatik pasti puas menyaksikan Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 2 sementara JK Rowling bertambah kaya, tentu saja......

Sutradara : David Yates
Skenario  :  Steve Kloves
Pemain     :  Daniel Radcliffe, Emma Watson, Rupert Grint, Ralph Fiennes, Alan Rickman

sumber: http://www.urbancinefile.com.au/home/view.asp?a=17958&s=Reviews

Entah...

Entah....
dengan apa ku gantungkan resah ini
mengerang dan hampir habis
mendengar dan bertahan dengan sisa yang tak terberi
ku tahankan tuk mengerti dalam sunyi dalam malam ku sendiri

Entah....
dengan apa ku yakinkan harap di hadapmu
dengan cara apa ku singkirkan ragu di dadamu
tanpa sesal karena ku sanggup
meniti hitam dan putih dalam fana ini

Entah....
dengan seperti apa ku berpegang
dimana sering ku merasakan bayang-bayangmu 
begitu perih kutahankan hampaku di jauhmu

Entah...
sudah berapa kali ku alihkan pandangku
namun bayang itu slalu terbersit
hidup di dalam hati dan otakku

Entah...
seberapa lama kau sanggup menahan


Bekasi 210413


Ku Namakan Sari Kau Rindu.

                                                     Pandangku kosong...
"I MISS U"
lamunanku merayap pelan buram
menembus ruang-ruang tanpa tepi

Mencoba menerobos sang waktu 
tuk langkahkan kaki mayaku kedunia fana

Ada segumpal harap dan doa yang tak terukur 
mengiringi jasadku disini
'tuk menggapai angan ku yang berisi tentangmu rindu...



Meski kesepian kini menikamku setelah sua itu teduh
saat-saat dimana kita pernah berjalan berdampingan tanpa tujuan
membelah resah dan tingginya dinding rindu dan dinginnya malam...

                                         Mampukah aku memahamimu rindu
                                         jiwaku tegar menjawab mampu
                                         bersayap terbang melintasi imajinasi merobek ragu

ku namakan Sari kau rindu
agar tetap harum mewangi syahdu
menjadi pengabadian dalam irama Cinta di lubuk hatiku
terima kasihku atas kasih sayang dan rindu yang tlah kau berikan untukku Sari....